Jamur Bekpeker. Powered by Blogger.
RSS

LOMPAT UNTA, TRADISI UNIK SUKU ZARANIQ


Para pria suku Zaraniq berlomba melompati barisan unta (Foto: Zarnoq.com)


Jika pria-pria di Nias sangat handal dalam tradisi lompat batu, lain halnya dengan suku Zaraniq yang bermukim di pantai barat kota Yaman. Mereka memiliki tradisi yang sejenis, namun bukan batu yang menjadi medianya, tapi Unta!

Tradisi Lompat Unta ini biasanya dilaksanakan pada momen-momen tertentu seperti acara pernikahan ataupun acara Al- Khamis, sebuah festival tahunan yang menandai berakhirnya musim sawit. Festival tersebut bahkan diramaikan dengan tarian dan nyanyian tradisional suku Zaraniq.

Tak pernah ada yang tahu kapan tradisi unik ini lahir, diperkirakan memang sudah ada sejak zaman dahulu. Tradisi ini kemudian pernah hampir terlupakan, namun belakangan pria-pria suku Zaraniq yang konon terkenal karena kecepatan, kekuatan dan keberaniannya tersebut mulai mempraktekannya kembali pada ajang-ajang perayaan adat.

Pada prakteknya, tradisi lompat unta ini merupakan sebuah olahraga yang mengandalkan kecepatan lari dan melompat sejauh mungkin. Pesertanya hanya laki-laki, mereka berlari secepat mungkin dan melompati barisan unta di hadapan mereka.

Pemenangnya adalah orang yang melompati barisan unta dengan jumlah unta terbanyak. Dan para peserta diharuskan mengenakan pakaian tradisional berupa kain sarung berwarna biru yang dililit ke pinggang, serta mengenakan ikat kepala berwarna putih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SUATU HARI DISUDUT KAMPUNG BENA - FLORES JOURNEY



Peeen nulis apaaa yak?? ada ide gak? :D

Argh, weekend alone kali ini enaknya ngapain ya? “Oiik Princess, dilarang bingung dan galau sendirian!!”, teriak Tuan Peri dari seberang pulau (Hahaha, imajinasi ngada2). Umm sumpah otak lagi stuck banget mau cerita apaan. Kecian blog gw udah lama jadi janda, Lol. But yea, setelah kejadian tragis yg beruntun menimpa hidup gw belakangan, gw emang lagi bingung mau ngapain, mau cerita apaan? Banyak yang mau gw ceritain tapi gak tau apa? Otak beku serasa sekeras batu.

Batu, eh batu? Ngomong-ngomongin batu, yang tiba-tiba terlintas di benak gw itu hamparan batu di situs Megalithikum Gunung Padang yang lagi heboh diresearch ulang oleh para ahli sejarah. Eh ya, Ngomong-ngomongin batu-batu megalithikum itu, gw jadi keingetan sebuah kampung adat unik di Flores - NTT yang punya situs batu megalithik seperti yang ada di Gunung Padang – Cianjur. (Princess Jijiii, dari Gunung Padang – Cianjur ke Flores – NTT? Cerita lo nyasarnya jauuh banget sih!! *toyor inspirasi :D

Ini dia, Si Kampung Adat Megalithikum Bena - Bajawa - Flores

Well, Flores menyebut kampung adat itu sebagai Bena. Letaknya sekitar 18 km selatan kota Bajawa, Kabupaten Ngada – Flores – Nusa Tenggara Timur. Biasanya para pelancong yang datang kesini adalah traveler yang lagi  ngtrip ala overland menjelajahi tanah Flores, karena menurut letaknya, Bena – Bajawa ini ada Flores bagian tengah, diantara Danau Kelimutu yang tersohor itu dan arah Ruteng trus Labuan Bajo.


Lansekap Gunung Inerie sepanjang jalan

Amazingnya, Kampung adat Bena ini berlansekapkan Gunung Inerie setinggi 2.245mdpl dan Gunung Surulaki.  Bak lukisan, gw sampe terbengong-bengong dan suddenly pikiran anak TK gw kambuh, “kok bisa ya Tuhan menciptakan desa seindah ini? Tuhan itu kayak apa sih sebenernya?”


Lansekap Gunung Inerie menjadi lukisan Tuhan yang tak terbantahkan

Kalo Banten punya Kampung Baduy, pun Garut punya Kampung Naga. Semua punya keunikan masing-masing. Nah kalo Kampung Adat Bena Bajawa ini uniknya spesifik dengan kehadiran peninggalan batu megalit yang terhampar disepanjang pekarangan rumah. Konon peninggalan batu megalit yang disebut menhir dan kubur dolmen itu adalah perwujudan legenda nenek moyang mereka dari zaman prasejarah. Raksasa bernama Dakhe yang membawa batu-batu gaib dari lereng Gunung Inerie ke kampung Bena kemudian disebut-sebut sebagai cikal bakal Nenek Moyang mereka (nenek moyang mulu nyebutnya, kali-kali kakek moyang, lol)


Keberadaan Menhir yang berasal dari zaman purba ini melengkapi keunikan Kampung Bena

Menhir sendiri merupakan benda purbakala yang diduga digunakan dalam upacara adat dan kematian manusia terdahulu, pun merupakan lambang ikatan bathin antara manusia purba dengan Sang Penciptanya.
Menyelami kehidupan ber-athmospher zaman megalit ini pasti gak bosen. Penuh dengan kesederhanaan, keramahan, keunikan hingga kearifan lokal adat suku Bena. Terdapat sekitar 45 unit rumah disini yang masing masing mewakili 9 suku. Keberadaan 9 suku tersebut bisa ditelaah melalui letak rumah mereka yang disejajarkan dalam 9 lahan yang berundak atau bertingkat-tingkat. Kesembilan suku tersebut adalah suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, suku Deru Lalulewa, suku Deri Solamae, suku Ngada, suku Khopa dan suku Ago.


See guys, rapiiih banget kan tata letak kampung Bena ini..!

Dari segi arsitekturalnya, kampung ini rapiiiih banget boo, bangunan rumah mereka memiliki karakteristik bentuk dan ukuran yang nyaris sama dan berhadap-hadapan. Natural banget, unsur pembuatan rumah-rumah mereka memanfaatkan bahan baku lokal. Lihat saja, kayu, bambu, hingga serat ijuk yang dijadikan atap ala rumbia, sungguh merupakan suatu bentuk perwujudan atas usaha pelestarian adat istiadat yang menjadi poros keunikan mereka.


Bena dan kenangan.. *eaaaaaa :D

Filsafah hidup mereka mengilhami dari alam sekitar sebagai perwujudan manusia itu sendiri yang berpasang-pasangan. Gunung Inerie dianggap sebagai Hak Mama (nenek moyang perempuan) sedangkan Gunung Surulaki dianggap sebagai Hak Bapa (kakek moyang). Kemudian perwujudan filsafah itu diwujudkan dalam bangunan adat kampung mereka. Rumah-rumah mereka pun berpasang-pasangan. Rumah dari keturunan perempuan dan laki-laki pun dibedakan dengan simbol tertentu yang dipasang diatap rumah. Sakapulu atau rumah yang mewakili perempuan bersimbol miniatur rumah diatapnya, sedangkan Sakalobo atau rumah yang mewakili laki-laki berlambangkan boneka orang membawa parang diatapnya. Dipelataran setiap suku dibangun Ngadhu dan Bagha yang selalu berdampingan. Ngadhu yang berbentuk tiang kayu ukir beratapkan payung ijuk adalah simbol kakek moyang, sedangkan bangunan disebelahnya yang berbentuk seperti rumah kecil merupakan simbol nenek moyang. Nah, kedua bangunan adat ini selalu dibaluri darah kerbau setiap kali diadakan pesta dan ritual adat.


Kenalkan, Aku Ngadhu dan Bagha, simbol nenek dan kakek moyang Kampung Bena! :)
Darah Kerbau, bentuk sesaji untuk nenek moyang Bena

Ritual membaluri darah ke tiang Ngadhu

Keseharian mereka pun selalu berdampingan dengan alam, mata pencaharian mereka berladang dan menenun kain. Seiring berkembangnya kesadaran pariwisata di kampug ini, perempuan-perempuan Bena sigap dengan karya-karya tenunannya. Eh, gak sembarangan loh make kainnya, ada cara-caranya juga. Belajar? Beli dulu kainnya, hehehe.


Karya cinta Perempuan Bena

Keseharian yang menyenangkan, perempuan dan tenunan

Gak sembarang make kainnya ya sobb, ada caranya..:)

Biji-biji kemiri yang dijemur pun menjadi pemandangan yg amat lazim, tau gak kamu? Minyak-minyak biji kemiri selain bermanfaat buat menghitamkan dan menyuburkan rambut or bulu2, juga bisa dijadikan bahan baku cat minyak lohh..!! Penasaran sama ilmunya? Kawin dulu ama org suku Bena.. hahha


Ritual Toa Kaba alias pemotongan Kerbau dan Babi sebagai salah satu ikon ritual adat Kampung Bena

Lucky banget, gw berkunjung saat berlangsungnya pesta adat kematian suku Bena, alhasil ritual Toa Kaba atau dikenal sebagai ritual pemotongan kerbau dan babi jadi santapan kamera gw sejadi-jadinya. Seluruh warga kampung bahu membahu mengolah kerbau dan babi menjadi makanan khas yang lezat. Perempuan-perempuan Bena menanak nasi, memasak daging-daging segar itu, hingga membuat sambal Bena yang rasanyaaa, aceem – pedass - aduhaii..! (termasuk gw yang kebagian tugas marut kelapa buat sambelnya, hahha)


Nasi + citarasa Kerbau dan Babi + Moke, sederhana tapi suppa duppa lezaat. Saatnya makan besar!

Ini dia guys.. sambel yahuud ala Kampung Bena. Harus coba!
Saatnya makan bersamaaa..! hehhee

Setiap yang berkunjung dipersilahkan makan dan minum sepuasnya, dan gratis! Ahaiii, makan besar deh gw, minumnya jangan harap teh botol ya, adanya disini kalo gak air godokan atau malah Moke alias tuak. Mehehehe. Moke nya mangstapp booo.  Hari itu gw senang bukan kepalang..Lol
Kalo mau ngrasain pesta yang lebih dahsyat lagi, kamu bisa datang saat Pesta Adat tahunan yg dikenal sebagai Pesta adat Reba. Dimana hanya ada cerita tentang sukses dan kebahagiaan meraka ditengah-tengah berkumpulnya sanak saudara.


Potret kekerabatan Kampung Bena

Benang merah yang berkesan banget buat gw kali ini, adalah filsafah atau konsep kehidupan mereka yang amat sangat yakin, bahwa segala sesuatunya di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Umm, iya juga sih! Ada bumi ada langit, ada adam ada hawa, ada daratan pasti ada lautan. Ada kaya ada miskin. Ada kanan ada kiri, ada atas ada bawah. Ada suka ada duka, ada cinta ada derita. Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada kehidupan pasti ada kematian. Ada kamu pasti ada aku.. hehhehe. Umm kalo ada princess ada tuan peri gak yahh?? :D *kodebanget


Smile from Bena

From Bena In Love, hehehhe

Bena Kiddos

Princess of Bena, hihikkks

Nenek gayung ala Bena.. Lol

Uhmm, what are u looking at huh..

Yooo baby, we are from Benaaaaa.. :)

Hey you, yes you.. Kami tantang kalian bermain gangsing ala Bena..Berani?? :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MAY DAY.. IS MY DAY



Orasi May Day di Bundaran HI

Merinding bulu roma ketika mendengar kata May Day. Jakarta yang sudah suppa duppa macet setiap harinya jadi kian suram karena lautan manusia yang mulai menyeruak dibeberapa titik pusat kota. Pengalihan arus lalu lintas, penutupan jalan, mandegnya operasi beberapa angkutan umum makin mengganggu aktivitas masyarakat.

Saya, yang harusnya menghadiri meeting disekitar jalan protokol Thamrin siang inipun mendadak berpikir seribu kali untuk segera beranjak dari rumah. Membayangkan harus bergulat dengan kemacetan, dan athmospher panas dari  para demonstran yang kian membludak, ah saya lebih memilih iseng duduk dikursi super malas saya, dan umm jadilah tulisan ini.
Suasana longmarch dibeberapa pusat kota Jakarta

Dari pantauan saya lewat berita-berita online, selain soal arus lalu lintas yang makin ribet adalah potret suram komentar-komentar masyarakat yang ngedumel kesel karena aktivitas mereka jadi ikutan runyam. Mau kesini susah, mau kesitu susah. Lewat sini ditutup, lewat sono ditutup! May Day gak ada bedanya sama hari banjir sedunia. Begitu kira-kira isi dumelan saya. Hahaha. But eiiits wait baby wait.. Jangan ngdumel aja, coba posisikan dirimu kalo jadi buruh-buruh itu dimasa silam??? Hayoo.. galau-galau gak lohh?
Ilustrasi sejarah martir-martir buruh dunia saat demosntrasi besar-besaran diberbagai negara

Hari ini 1 Mei, puluhan tahun silam para serikat buruh mengusung bendera kemenangan atas perjuangan hak dan kewajiban mereka yang lama tertindas para majikan. Berawal ketika revolusi industri telah menghasilkan mesin-mesin baru yang dapat bekerja 24 jam secara terus menerus, mengakibatkan para pemilik pabrik mengubah jam kerja para buruh bak kerja rodi.

Titik balik gerah para buruh-buruh saat itupun kemudian menjadi bumerang bagi para majikan. Demosntrasi besar-besaran dibelahan dunia jadi fenomena alam, korban-korban berjatuhan, mati layaknya pejuang kemerdekaan. Satu hal aja yang simpel kamu tahu dari perjuangan mereka, dari 16 jam peraturan kerja yang ditetapkan, 8 jam kerja sehari kamu bisa nikmati hari ini. Berkat siapa? Berkat perjuangan mereka para martir-martir buruh dunia.

Hari ini puluhan tahun silam ritus-ritus naik tahta para buruh digelar diseluruh dunia, dari pojokan Amerika Utara hingga akhirnya Indonesia pun ikut serta menggelar parade keras itu. Bukan lagi soal jam kerja, demonstrasi modern masa ini mengusung tuntutan yang kian detil dari ketimpangan peraturan Pemerintah. Sayangnya, aksi longmarch atau melintasi jalan-jalan kota dan orasi-orasi ini juga dimanfaatkan oleh para provokator gila untuk membuat berbagai kekacauan, perkelahian, hingga kerusuhan.
Saya juga mau demo ah.. "JANGAN SAKITI HATIKU LAGI!!!" hahhaha #korbansakithati

So, aksi May Day hari ini gak seharusnya selalu ditanggapi dengan kesel dan ng’dumel terus-terusan. Ada sisi baik dan buruk dari semua yang terjadi. Bagi para buruh, mungkin dengan teriak-teriak di “Tiang Pancang bertahtakan Emas” milik Jakarta itu adalah cara mereka menyampaikan aspirasinya.

Bagi saya, mungkin tulisan ini jadi aspirasi saya untuk tetap semangat dihari Super Macet ini. Bahwa setiap individu memiliki hak dan kewajiban memperjuangkan segala sesuatunya. Jadi saling menghormati dan saling menghargai itu penting. Santai aja kayak babeh Jokowi, serahkan semua sama Pak Kapolda kalo urusan keamanan, hahaha. Kalo perlu para demosntran itu dibikinin panggung dangdutan biar gak rusuh-rusuh ammat. :D
Yoaiii.. 2013
Biar gak ng’dumel, beberapa tips dan trik melenggang di pusat kota saat May Day:

  • Pantau berita terkait penyelenggaraan May Day yang ada dikota mu. Biasanya berita-berita online terupdate akan menginformasikan kondisi lalu lintas disepanjang jalan yang akan digunakan untuk aksi longmarch dan orasi para buruh, seperti Monas, Bundaran HI, Senayan, Gedung DPR, Sudirman – Thamrin, dll
  • kamu bisa cek informasi pengalihan arus lalu lintas, penutupan dibeberapa ruas jalan kota, hingga pantauan arus jalan tol. Ini memudahkan kamu untuk mencari jalan lain menuju tempat yang kamu tuju.



  • Buat kamu yang berkantor disekitar lokasi demonstrasi, ada baiknya berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan yang makin parah menjelang para atraksi buruh. Buat kamu yang punya appointmen atau meeting diluar kantor di hari May Day, usahakan meeting point-nya gak jauh dari kantor atau malah bisa dilokasi yang tidak digunakan para buruh tersebut. Atau bisa mengubah jam meetingnya lebih pagi atau agak sore ketika arus buruh mulai surut  (banjiiir kalii ah) :

  • Ojek, yaa ojek! Akan sangat membantu kamu dari kemacetan. ;-) Dan usahakan tetap hindari lokasi-lokasi demonstrasi demi keamanan dan kenyamanan kamu.

  • Tetap semangat, senyum meski macet... hehehehe.

Maaf, ada pengalihan arus HATI.. Lol
 May Day is My Day,  kalo buruh aja masih semangat memperjuangkan hak dan kewajiban mereka, sudah seharusnya saya, dan kamu semua juga lebih semangat memperjuangkan hak dan kewajiban dalam hidup kita dengan cara terbaik dan lebih baik .

Yoaiii, waktu meeting saya sejam lagi, udah waktunya capcus dari kursi malas inihh. Hehehe.
Sampai jumpa di postingan berikutnya! Bravo!



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS